Rabu, 02 Juli 2014

Apa yang Terjadi Ketika AEC - Asean Economic Comunity Berjalan di 2015


Apa yang Terjadi Ketika AEC - Asean Economic Comunity Berjalan di 2015

  

1 januari 2015 sudah di depan mata , saat dimana kita akan masuk ke dalam integrasi ekonomi asean .Saat saat dimana tantangan bisnis akan makin ketat dengan makin mudahnya perpindahan barang , jasa , dan modal .

Opini ini saya buat dari hasil membaca berbagai berita dan hasil diskusi dengan bayak pelaku bisnis khususnya di sekitaran negara asean .
Bidang apa saja yang akan kita integrasikan dalam integrasi ekonomi asean
1. Perpindahan barang
Barang barang produksi negara negara asean akan lebih mudah masuk ke negara negara anggota asean .
Dengan keistimewaan berupa penyeragaman pajak yang sama , yang tentunya lebih rendah dari yang terjadi saat ini , setiap negara asean wajib membuka pasar negaranya untuk barang barang produksi negara negara Asean .
Ada keuntungan dan kerugian ketika hal ini terjadi .
Keuntungan kita adalah kita bisa lebih mudah memperluas pasar produk kita ke negara negara asean , sangat menguntungkan untuk perusahaan perusahaan yang export oriented . Perusahaan perusahaan yang memiliki nilai tambah yang tinggi dan punya keunikan tersendiri akan memperoleh manfaat yang besar dari terbukanya market asean .
Kerugian kita - Indonesia adalah negara yang terbesar dari sepuluh negara asean . Market kita akan terbuka dan lebih mudah bagi barang barang untuk masuk ke dalam negara ini . Pengusaha Indonesia harus bersiap menghadapi serbuan barang import yang akan semakin luar biasa. Industri pertama yang menurut saya akan mengalami tekanan terbesar adalah makanan dan minuman . Masuknya barang ke indonesia kemungkinan bukan hanya dari negara asean , termasuk juga barang barang dari china, barang barang china yang akan masuk melaluin malaysia dan mengalami perubahan labeling seolah olah barang tersebut made in Malaysia , hal ini dikarenakan mudahnya dan rendahnya pajak import di negara malaysia .
2. Perpindahan manusia - man power
Perpindahan orang akan semakin mudah dilakukan , memang selama ini berlaku bebas visa antar negara asean , tetapi ini hanya visa tourist atau kunjungan singkat .
Kemudahan visa juga akan berlaku untuk visa kerja , sedemikian kita bisa bekerja dimanapun sepanjang 10 negara asean tanpa perlu prosedur yang terlalu rumit .
Tahun tahun mendatang kita akan melihat persaingan yang ketat di angkatan kerja kita , terutama untuk pekerjaan level menengah keatas. Kita akan melihat banyak guru guru asing (utamanya dari filiphine) yang akan bekerja di sekolah sekolah swasta kita . Level menengah keatas akan masuk profesional profesional negara negara asean menyerbu masuk .
Untuk level menengah kebawah , kesenjangan gaji antar negara asean sedikit banyak akan menarik sebagian buruh kita untuk mencoba peruntungan di luar negeri.
3. perpindahan modal
Investasi antar negara asean akan di buat lebih mudah. Persyaratan , ijin semuanya akan dibuat seragam sehingga investasi antar negara asean akan makin mudah .
Indonesia market yang terbesar , akan ada banyak perusahaan yang berinvestasi langsung di Indonesia .
Investasi ini selain baik untuk pertumbuhan indonesia namun ada sisi yang perlu diwaspadai .
Pertama persaingan pasti akan makin tajam
kedua - angkatan kerja kita akan makin banyak terserap , kita mesti bersiap untuk melepaskan image gaji murah untuk buruh buruh kita , kekurangan buruh akan terjadi (hal ini sudah dirasakan oleh banyak perusahaan saat saat ini)
4. Penyeragaman standar industri
Indonesia punya SNI , Malaysia punya MSIC , negara negara dalam kawasan asean masing masing punya standard sendiri sendiri untuk masing masing barang , dimasa depan akan ada penyeragaman menjadi standard industri asean
Fungsi nya adala membuat standard yang sama sehingga barang yang diproduksi di thailand bisa dijual di Indonesia atau malaysia dan sebaliknya
5. Penyatuan pasar modal
Masing masing negara asean memiliki bursa saham masing masing . Penyatuan bursa dilakukan secara bertahap dimulai dengan dibukanya perdagangan saham antar negara asean. Kita yang selama ini memperdagangkan saham saham di bursa efek jakarta bisa mulai bermain di bursa saham negara asean lainnya .
Satu sisi yang baik adalah kapitalisasi pasar kita akan makin membesar dengan mudahnya investasi antar negara asean masuk ke bursa kita.
Saham saham blue chip di bursa kita akan mengalami penguatan yang cukup significan dengan terbukanya pasar ini .
Kesimpulan :
Siap atau tidak siap , siapapun presiden kita ke depan , kita akan memasuki era baru dalam bisnis kita . Era yang penuh persaingan dan tantangan yang baru .Mungkin kita sebagai pebisnis akan mengalami masa yang sedikit sulit untuk bersaing di tengah ketidak siaan kita mengahadapi ini . Tetapi dari semua ini saya boleh ambil kesimpulan secara keseluruhan kita akan sangan diuntungkan dengan terbukanya pasar asean ini . Pendapatan perkapita kita akan naik lebih tinggi dibanding saat ini .
Akhir kata ” Selamat memasuki pasar baru ASEAN” 

sumber :

 

Pelajaran Penting dari Kompetisi Piala Dunia



Pelajaran Penting dari Kompetisi Piala Dunia

Penyelenggaraan Pesta sepak bola paling akbar sejagat, yaitu Piala Dunia 2014 yang dilangsungkan di Brasil dan saat ini telah memasuki babak 8 besar memberi sejumlah pelajaran yang sangat menarik bagi publik pencinta bola. Selain dihibur oleh penampilan atraktif tim-tim papan atas berikut aksi-aksi mengagumkan dari para bintangnya, penggemar bola juga mendapat tontonan yang mencerminkan sportivitas tinggi dari para pelatih tim yang gagal mencapai target di babak penyisihan grup.
Dari 32 pelatih tim yang ikut fase penyisihan grup, enam di antaranya mengundurkan diri atas kesadaran sendiri karena gagal mengemban misi meloloskan timnya ke babak 16 besar di Brasil. Mereka adalah Cesare Prandeli (pelatih timnas Italia), Sabri Lamaouchi (Pantai Gading), Alberto Zaccheroni (Jepang), Carlos Queiroz (Iran), Safet Susic (Bosnia-Herzegovina), Luis Fernando Suarez (pelatih timnas Honduras).
Sementara pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, masih dipertahankan hingga kontraknya selesai 2016 meski penampilan juara bertahan di babak penyisihan grup sangat mengecezwakan. Asosiasi Sepak Bola Spanyol berpandangan Del Bosque masih tetap pelatih terbaik yang mereka miliki. Enam pelatih yang memilih meninggalkan kursi empuknya bisa disebut sebagai korban kompetisi fase grup. Tapi, di sisi lain mereka pemimpin yang tahu diri dengan situasi, tidak mabuk kekuasaan, dan memiliki tanggung jawab moral. Jika mau, sebenarnya para pelatih ini mampu bertahan dengan segala kapasitas yang mereka miliki.
Pelatih timnas adalah puncak karier yang didambakan banyak orang yang menekuni adu taktik dan strategi sepak bola. Tapi, tanggung jawab moral adalah faktor yang paling mereka pertimbangkan. Dalam dunia politik di Tanah Air, sportivitas pemimpin seperti yang ditunjukkan enam pelatih tersebut sangat didambakan. Jangankan mundur dengan sukarela, didesak mundur pun tidak sedikit pejabat publik yang gagal mengemban amanah rakyat enggan meninggalkan kursi empuknya.
Begitu pula dengan pejabat publik yang telah disangka terlibat kasus korupsi, bertahan dengan dalih asas praduga tak bersalah lebih diminati. Sportivitas dan kerelaan hati untuk meletakkan jabatan jika merasa tidak mampu perlu ditumbuhkan terus dalam iklim berdemokrasi kita.
Di sebagian negara pejabat publik yang mundur karena kesalahan, terkena kasus, atau ketidakmampuan menjalankan amanah sudah merupakan kejadian biasa. Di Indonesia kejadian seperti ini masih langka meski sudah ada satu-dua pejabat yang menyatakan mundur setelah menjadi tersangka kasus hukum. Namun, masih banyak pejabat yang enggan mundur atau bersedia mundur setelah didesak kanan-kiri. Malah ada yang ngotot tidak mau mundur meski sudah didemo masyarakat berulangkali.
Bagi sebagian masyarakat kita, mundur masih dianggap sebagai bentuk tindakan lepas tanggung jawab. Namun, sebagian lain menilai mundur adalah bentuk tanggung jawab dan kerelaan seorang pemimpin agar tidak membebani lembaga yang dia pimpin.
Prinsip ini didasari keyakinan bahwa masih ada orang lain yang lebih baik yang bisa menggantikan posisinya.  Sebenarnya nilai-nilai ini seperti bisa menjadi pijakan regenerasi kepemimpinan. Akan sangat baik dan positif jika regenerasi kepemimpinan ini berjalan alami tanpa paksaan meski harus melalui kompetisi pemilu. Pola rekrutmen calon-calon pemimpin bangsa akan terasa nyaman jika kesadaran memunculkan tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan leadership mumpuni tidak terganjal kepentingan-kepentingan status quo dan jangka pendek.
Budaya mundur adalah bagian dari mekanisme moral untuk mendorong tampilnya figur-figur yang kompeten. Sejarah telah mencatat di sejumlah negara yang pemimpinnya tidak mau turun tahta setelah berkuasa puluhan tahun, meletuslah gerakan pemaksaan untuk menurunkan sang pemimpin. Tidak jarang gerakan ini menelan korban jiwa, harta benda, dan merusak tatanan negara itu sendiri dan belum tentu melahirkan pemimpin yang lebih baik.
Pelajaran Penting Lainnya
Selain itu, pelajaran penting lainnya dari penyelenggaraan kompetisi sepak bola dunia kali ini adalah kasus yang dihadapi Luis Suarez, penyerang Uruguay yang dikenal punya skill dan kemampuan mencetak gol yang hebat. Pemain yang satu ini bakal lebih dikenang oleh para penggemar sepak bola sejagat karena gigitannya. Ia tertangkap kamera menggigit pundak bek Italia, Giorgio Chiellini dalam sebuah pergumulan perebutan bola saat bertanding di penyisihan grup. Chiellini membuka kausnya, memperlihatkan bekas gigi-gigi Suarez yang meninggalkan luka memerah, sampai pingget.
Banyak komentar, terutama di media sosial yang menghujat ulah Pemain Terbaik Liga Inggris 2013-2014 itu. Ada juga yang membela, terutama tentu tim Uruguay yang tak mau Suarez dijatuhi hukuman oleh FIFA, yang akhirnya memang melarangnya bermain dalam sembilan laga plus denda.
Striker Liverpool ini memang punya rekam jejak sebagai “drakula”. Ia pernah menghebohkan karena menggigit pemain PSV Eindhoven Otman Bakkal, dan pemain Chelsea Branislav Ivanovic. Jejak lain ketidaksportifan Suarez tercatat, misalnya sikap rasisnya kepada bek Manchester United Patrice Evra yang sempat membuatnya dikucilkan oleh komunitas sepak bola Inggris.
Pernah pula mencetak gol dengan tangan, dan dikenal sebagai aktor diving yang licik. Berbagai perilaku menyimpang itu, sejauh ini banyak tertutup oleh performanya yang memang luar biasa, namun tentu tak selamanya orang akan bersikap permisif kepadanya. Diego Maradona pernah membuat skandal “Gol Tangan Tuhan” ke gawang Inggris di perempat final Piala Dunia 1986, juga kasus-kasus penggunaan kokain, lalu puncaknya positif doping di Piala Dunia1994.
Tetapi kontroversi Si Anak Ajaib itu terkalahkan oleh kehebatan dan rekor-rekornya. Ia mencetak gol dengan tangan, tetapi segera “mengompensasinya” dengan gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia, beberapa saat setelah gol curangnya. Suarez tentu tak bisa berharap orang bersikap seperti itu kepadanya. Tiga kali menggigit pemain lawan jelas bukan kekhilafan biasa.
Sedangkan petinju Mike Tyson pun menjadi “terhukum” sepanjang hayatnya setiap kali insiden gigit kuping Evander Holyfield pada Juni 1997 diingat orang. Ia selalu dijadikan contoh tentang peminggiran sportivitas. Perilaku Suarez jelas bukan contoh yang baik untuk para pengidolanya, terutama anak-anak. Keputusan FIFA sudah tepat dalam menangani kontroversi ini. Uruguay jelas rugi besar karena Suarez adalah mesin gol yang hebat.
Dan, itu menjadi pukulan moral yang berat bagi “Albiceleste”. Jika FIFA mengabaikan aduan kubu Italia, insiden ini juga bisa menjadi preseden buruk dalam sejarah sportivitas. Untunglah jiwa sportivitas dipulihkan dengan hukuman yang setimpal bagi pelakunya. Suarez harus berbesar hati dalam menghadapi risiko itu. Terlepas dari itu, bangsa kita bisa mengambil pelajaran penting dari sejumlah kasus yang terjadi selama penyelenggaraan piala dunia dalam rangka membenahi sepak bola di tanah air.

Sumber :
 Oleh: Tahan Manullang, SH

http://analisadaily.com/news/read/pelajaran-penting-dari-kompetisi-piala-dunia/43434/2014/07/02



Jokowi vs Prabowo, Siapa Yang Lebih Berambisi Jadi Presiden?

Jokowi vs Prabowo, Siapa Yang Lebih Berambisi Jadi Presiden?

 

 

Pasca penunjukkan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serangan terhadap Jokowi pun mulai berdatangan. Serangan paling keras datang dari calon presiden Partai Gerindra, Prabowo. Mulai dari penyebaran perjanjian Batu Tulis hingga sindiran-sindiran keras yang kerap dilontarkan Prabowo. Meskipun tidak pernah mengklarifikasi kepada siapa serangan tersebut ditujukan tapi publik sudah mengetahui bahwa serangan itu ditujukan kepada Jokowi.

Melihat situasi ini, saya menjadi bertanya-tanya kenapa reaksi Prabowo seperti itu. Dibandingkan calon presiden lainnya yang tetap terlihat tenang, reaksi Prabowo sangat berlebihan. Dari latar belakang beliau yang seorang militer, seharusnya sikap jantan dan kesatria-lah yang harus ditunjukkan. Kalau beliau tidak setuju, tunjukkan dengan kritik yang baik. Bukan dengan menyindir. Justru sindiran tersebut dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karena publik jadi mengetahui bahwa calon presidennya ternyata tidak siap bersaing. Jika pada tahap Pemilu saja sudah seperti ini, bagaimana jika terpilih nanti.

Dari beberapa artikel di media massa online saya coba mengumpulkan beberapa hal yang menurut saya dapat menentukan tingkat ambisius seorang calon presiden.

Yang pertama adalah Jokowi. Mengutip dari wikipedia, Jokowi adalah sosok rakyat biasa yang kemudian sukses menjadi pengusaha furniture di Solo. Pada tahun 2005 beliau terpilih sebagai Walikota Solo. Dibawah kepemimpinannya Solo berubah menjadi kota pariwisata, budaya, batik dan tempat penyelenggaraan berbagai event internasional. Pemindahan pedagang kaki lima yang dilakukan dengan manusiawi membuat dirinya semakin terkenal sehingga pada tahun 2010 beliau terpilih lagi menjadi Walikota Solo dengan perolehan suara hingga 90%. Pada tahun 2012, beliau ditunjuk PDIP menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan kemudian terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Pada tanggal 14 Maret 2014, PDIP kembali menunjuk Jokowi namun kali ini sebagai calon presiden dari PDIP. Jokowi pun menyanggupi penunjukkan ini. Penunjukkannya sebagai calon presiden dari PDIP sontak menjadi pemberitaan nasional dan internasional. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan dan Rupiah ikut menguat beberapa menit setelah penunjukkan Jokowi.

Prabowo Subianto adalah seorang mantan Danjen Kopassus, pengusaha, politisi dan anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Mengutip dari wikipedia, Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, anak Presiden Soeharto. Namun pernikahan tersebut berakhir pasca Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Prabowo mengawali karier militernya pada tahun 1970 dengan mendaftar di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 1974 bersamaan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia saat ini. Pada tahun 1996, Prabowo Subianto yang menjabat Komandan Kopassus memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspediti Lorentz ‘95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI dan diprakasai oleh Prabowo berhasil mengibarkan bendera merah putih di Puncak Everest, puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal.

Pada tahun 1997, Prabowo difitnah sebagai salah satu dalang penculikan terhadap sejumlah aktivis pro-reformasi menjelang Pemilihan Umum tahun 1997 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1998. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penangkapan kepada sembilan orang aktivis sesuai perintah atasan dan menganggapnya sebagai tindakan yang benar dalam pandangan rezim saat itu. Namun demikian, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut walau sebagian anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Walaupun soal penculikan baru sebatas praduga, sebagian korban dan keluarga korban penculikan 1998 masih menganggap Prabowo dalang penculikan dan belum memaafkan Prabowo dan masih terus melanjutkan upaya hukum. Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi ‘diam hitam kamisan’, aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis. Sebagian lagi telah bergabung dengan kepengurusan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bahkan duduk di DPR RI. Pada Mei 1998, menurut kesaksian Presiden Habibie dan purnawirawan Sintong Panjaitan, Prabowo melakukan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Habibie untuk kudeta. Karena insubordinasi tersebut ia diberhentikan dari posisinya sebagai Panglima Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie.

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, menjadi pengusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo ialah cawapres terkaya, dengan total aset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta, termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 Milyar per ekor. Kekayaannya ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala itu ia hanya melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar.

Prabowo memulai kembali karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto. Pada tahun 2008 Partai Gerindra mulai menyatakan Prabowo sebagai calon presiden. Namun karena perolehan suara Gerindra pada pemilu 2009 kurang dari 20% maka Gerindra berkoalisi dengan PDIP mengusung Megawati dan Prabowo sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Namun akhirnya pasangan ini kalah dari pasangan SBY-Boediono. Pada pemilu 2014 ini, Gerindra semakin gencar mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Pada saat kampanye akbar di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu, Prabowo tampil menaiki kudanya yang berharga Rp 3 milyar, mengenakan keris dan menyampaikan pidato politiknya yang didalamnya berisi pantun sindiran terhadap Jokowi.

Melihat latar belakang dan catatan karir politik kedua tokoh tersebut tampak bahwa Prabowo lebih berambisi menjadi Presiden sejak tahun 2004. Sedangkan Jokowi dalam menduduki setiap jabatan hampir selalu dimulai dengan penunjukkan partainya yaitu PDIP, bukan mengajukan diri. Mungkin sebagian menilai ini hanyalah strategi politik semata. Ada yang terus terang dan langsung berkampanye sebagai calon presiden, namun ada pula yang memulai dengan jabatan sebagai kepala daerah.

Pada pemilu kali ini, saya kira masyarakat lebih pandai menilai terhadap setiap calon presiden yang diajukan oleh partai politik. Setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jokowi dianggap sebagian kalangan mengingkari janjinya untuk menuntaskan tugas sebagai Gubernur DKI. Tapi sebagian kalangan juga berharap Jokowi menjadi presiden karena rekam jejaknya yang bersih, sederhana dan merupakan figur pemimpin yang berani terjun ke bawah dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Hal ini dibuktikan dengan berbagai hasil survey yang menempatkan Jokowi di posisi puncak.

Prabowo dengan latar belakang militernya dianggap memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan tegas. Prestasinya dibidang militer pada era Orde Baru dan kesuksesannya menjadi pengusaha dianggap sebagai modal besar untuk menjadi seorang pemimpin. Namun sejarah juga menunjukkan catatan kelam atas keterlibatannya terhadap penculikan aktivis di era Orde Baru, pelanggaran HAM dan rencana kudeta terhadap Presiden Habibie pada saat itu.

sumber : kompasiana